Wednesday, September 4, 2013

Alur Cerita Naruto 528 : Lebih Dari Bosan




Kata yang sering kau ucapkan selama hidupmu, kini menjadi Tabu

Kata Rahasia 'Bosan' sudah mucul di pedang.
Darui berpikir keras dalam menghadapi 2kembar Kin dan Gin ini.
“Tabu... Kata yg paling sering kukatakan selama hidupku adalah 'Bosan' selama Aku tak mengatakannya.. Aku takkan terhisap kedalam Kendi itu... Tapi.. Samui yg bahkan tak mengatakan satu katapun tetap terhisap juga.. Itu pasti karena...” pikir Darui

Darui-Taichou melakukan perlawanan yg berani dalam medan pertempuran.

“jika Aku tetap diam terlalu lama, Aku akan terhisap juga kan ?” tanya Darui.
“Anak pintar, kupikir belum ada yg sadar tentang itu, sejak kami mati... Bagus..” kata Kin
“Bukankah tadi kalian katakan 'Diam itu Emas'” kata Darui
“Hei kadang-kadang Perkataan itu perak. Iya kan ? Lidah perak dapat menipu seseoran ! Dan sekarang kau akan diam untuk selamanya... Ahahahah...” kata Kin
Darui terdiam..
“masih ingat perkataanku sebelumnya, !? Kata-kata adalah alat untuk kebohongan dan penipuan. Dalam dunia Shinobi, Penipuan dan Pengkhianatan adalah strategi pertempuran yg hebat, kata-kata adalah termasuk 'alat' ninja lainnya ” kata Kinkaku
“karena Sifat itulah mengapa kumogakure menganggap kalian berdua sebagai lambang dari aib itu sendiri” kata Darui
“Apa yg baru saja kau katakan sialan !? kau hanyalah Bidak Pion dari Raikage mu, tak ada bedanya dengan senjata kami ! Kau adalah 'alat' Ninja ! Sadarlah...! Kenapa sih dengan ninja ” kata Kinkaku

Kemudian Darui teringat perkataan Raikage ketika pulang dari pertemuan ke-5 Kage
“Maafkan Aku Bos.. Aku seharusnya melindungimu, tapi kau kehilangan tangan kirimu” kata Darui pada waktu itu
“tak ada alasan untukmu jadi merasa gak enak begitu.... Aku tak menyeseli dengan tangan kiriku, karena Aku masih mempunyai kedua tanganju” kata Raikage
“kedua tangan ??” kata Darui heran.
“yang satu ini..” kata Raikage sambil mengangkat tangan kanannya.
“dan tanganku yg ke-2 adalah kau” sambung Raikage sambil menunjuk Darui.
Darui terdiam sejenak, dia merasa terharu atas ucapan Raikage
“apa boleh mengikut sertakan Shi jadi tangan ketiga ?” kata Darui
“tentu saja, kau tak pernah bisa memiliki banyak tangan” kata Raikage

Kembali ke saat pertarungan Darui sekarang.
“Aku adalah tangan kanan bos, dan Aku takkan pernah menjadi sebuah alat” kata Darui
“Hei Ginkaku !!” kata Kin
“Apa !?!” Gin belum mengerti.
“Siapkan Benihisago” kata Kin
Tiba-tiba saja Darui mulai terhisap Kendi itu.
“hah?? Tapi Aku tak mengatakan BOSAN” pikir Darui bingung.
Di saat itulah dia teringan dgn perkataan sebelumnya.
“Aku adalah tangan kanan BOS..DAN Aku takkan pernah menjadi sebuah alat... Kata BOS-dAN...” mungkin karena suku kata itulah, dia jadi terhisap.
“Sialan...” umpat Darui.
Darui teringat pula perkataan Raikage saat ditunjuk menjadi Jendral Divisi 1
“Aku ingin kau jadi salah satu Taichou, kau berperan sebagai tangan kananku” kata Raikage saat itu
“Maaf Bos.. Aku sangat yakin bisa mengatasinya” pikir Darui dan teringat pada pasukannya yg sedang berjibaku berperang, terutama pada Atsui dan Samui.
“maafkan Aku Samui.. Atsui.. Maaf semunya” kata-kata Darui terakhir sebelum semuanya terhisap.
“Ayo kita menuju pertempuran lainnya Ginkaku” kata Kin
“Ayo kinkaku” jawab Gin
Tapi tiba-tiba.. Ada sesuatu yg terjadi dibelakang mereka.
Entah bagaimana dan darimana datangnya, tiba-tiba saja Darui sudah berada dibelakang Ginkaku
“!?? Apa ??” Kinkaku kaget, begitupun dgn Ginkaku.
Darui langsung mengayunkan pedang ke tangan Ginkaku yg memegang Kendi, dan kendi itupun terlepas dari tangan Ginkaku.
Ginkaku menghindari dari tebasan Pedang Darui yg tak diduganya, dia bergerak ke arah Kinkaku dan menyentuh Tali pengikata jiwa Kokinjo
“Sial.. Aku malah menyentuh Konkijo” pikir Gin
“Mengapa ??” pikir Kin mengenai Darui yg tiba-tiba saja keluar kembali
Pada Badan Pedang pemotong jiwa, muncul tulisan kata MAAF
Ternyata, efek tabrakan Ginkaku dan Kinkaku itu cukup keras, sehingga Kendi dan Pedang itu terpental keatas, Darui tidak menyia-nyiakan waktu dan langsung mengambil Pedang dan Kendi tsb.
“Aku tak pernah menyadarinya, tapi...” kata Darui terpotong, melihat Tulisan Maaf pada Pedang itu.
Darui teringat perkataan-perkataan di waktu masa lalu dan sebelumnya
“Maaf Dinding dan Jendelany....”
“maaf untuk melakukan ini pada Orang-orang Hebat, tapi Aku akan membuat Kalian sedikit lebih malu”
“Maaf Samui...”
Ternyata... Disaat terakhir Darui terhisap kendi, Dia merubah kebiasaan berkata Bosan dengan Kata Maaf, dan Kata Maaf itu lebih dominan daripada Kata Bosan.
“Aku sangat pemaaf.. Aku terima itu” kata Darui
Dari mulut Ginkaku mulai keluar jiwanya.
Kinkaku sangat bingung, dia berpikir :“sudah jelas-jelas kata itu adalah BOSAN ”
“Apakah kata kedua yg paling dia katakan bertukar dgn kata pertama yg paling sering dia katakan saat dia terhisap kendi ??” pikir Kinkaku, lalu teringat kata-kata terakhir Darui saat terhisap. “Maaf Boss... Maaf Samui... Maaf Atsui.. Maafkan Aku semuanya...”.

Darui melemparkan pedangnya ke arah Kinkaku, tapi dengan mudahnya Kin menahan dan mementalkan pedang itu dgn tangan kanan yg dililit Tali pengikat jiwa.
Rupanya serangan Darui itu hanyalah pengalih perhatian. Serangan sesungguhnya adalah Tembakan Petir Laser Circus.
BOOOOMMMM
Kinkaku terkena serangan itu dgn telak.
Darui tak tinggal diam. Dia langsung menyerang Ginkaku, dan memotong jiwa Ginkaku yg sudah keluar
“Kutuk Dia 'Shici seiken” kata Darui sambil memotong Jiwa Gin
“Catat Benihisago..! Aku rasa itu mantranya ya ?” lanjut Darui.
Memang benar potongan Jiwa Gin terhisap kendi itu.
“Sialan...” kata Ginkaku
Tapi tiba-tiba Darui merasakan sesuatu pada tubuhnya, setelah memotong Jiwa Ginkaku
“.... Astaga.. Benda ini menghisap banyak chakraku, rasa-rasanya seperti ingin Pingsan” kata Darui dgn Tubuh yg melemah
“benar juga.. Kata-kata bisa menjadi alat untuk berbohong dan menipu.. Akan tetapi..” kata Darui belum meneruskan perkataannya, dia teringat kembali dengan perbincangan dgn Raikage
“Aku masih mempunyai 2 tangan, tangan kanan ini dan kau” kata Raikage waktu itu
“Tapi... Kata-kata itu, bisa juga jadi satu-satunya cara untuk memberitahu yg sebenarnya akan apa yg kau rasakan sekarang ini” lanjut Darui pada Ginkaku.
“Tolong Aku... Kinkaku !” kata Ginkaku Ketakutan
“dan karena itulah kau akan tersegel juga” kata Darui
Di badan Pedang Muncullah kata KINKAKU.
Tak ayal Ginkaku pun langsung terhisap ke dalam kendi itu.
“KINKAAAKUUUUU” teriak Ginkaku saat terhisap.
Akhirnya Ginkaku pun lenyap terhisap Kendi penghisap itu. Senjata makan Tuan.
“Samui... Atsui... Terimakasih... Aku berjanji akan mencari cara untuk membebaskan kalian berdua nanti... Dan untuk yg satu lagi...” kata Darui terpotong

Ditempat Kinkaku terkena serangan Laser Circus, muncul Pancaran Chakra yg amat sangat besar, sehingga para Zetsu putih disekitarnya berpentalan.
Lalu Sebuah Tenaga Chakra hitam/merah langsung menyerang ke arah Darui.
Tapi Darui dapat menghindarinya, setelah Asap menipis, Mata Darui terbelalak melihat apa yg terjadi pada diri Kinkaku.
“Apa....whoooaaaa dia mirip dengan....” kata Darui
Ternyata Kinkaku telah berubah menjadi Mode Kyuubi ekor-6
“kau bocah sialan... Beraninya kau berbuat seperti itu pada Ginkaku...GRRR..GRRR” kata Kinkaku mode Kyuubi Ekor-6
“Dia seperti Jinchuuri Kyuubi” kata Darui setengah tak percaya.

Perubahan yg terjadi pada Kinkaku menarik banyak perhatian, termasuk Chouza dan Edo Tensei Kakuzu.
“Aku bahkan sudah lama sekali tak melihat Kinkaku jadi seperti itu.. Seseorang pasti telah mengalahkan Ginkaku” kata Kakuzu
“GRRRUUUUOOOOO” Ginkaku kembali menggeram.


Pertempuran semakin Dahsyat dgn perubahan Bijuu yg tak terduga.


 
>Bersambung ke chapter 529<

0 comments:

Post a Comment

NARUSAKU © 2008 Template by:
SkinCorner