Wednesday, September 4, 2013

Naruto Chapter 562 – Menemukan Jati Diri



"Semangatku tak akan pernah terpatahkan"

Pertempuran terus berlanjut. Oonoki, dengan keadaan luka yang cukup serius, ia tampak terduduk.
"Aku akan menghdapinya!!" Teriaknya penuh keinginan untuk melibas Madara.
"Tak mungkin ...
Lukamu sudah terlalu parah" Ucap Temari.

Sementara Muu dan Madara, mereka mendekat ke arah Oonoki dan yang lainnya. Naruto terdiam, ia terlihat begitu kelelahan.

"Sebenarnya aku masih ingin mencoba jutsuku, tapi ...
Sepertinya kau sudah tidak bisa bergerak lagi, Oonoki" Ucap Madara.
"..." Oonoki menatap tajam ke arah Madara.
"Jangan menatapku seperti itu, aku sudah menunjukan bahwa kemampuanku jauh di atasmu" Ucap Madara.

Flashback ke saat Oonoki masih muda ...

"Apa maksudnya? Bukankah Tuan Hashirama bilang ..." Ooniki muda bersama dengan seorang shinobi Iwa berperban menghadap Uchiha Madara.
"Tak ada lagi aliansi!!" Madara memotong perkataan Oonoki muda.
"Mulai sekarang au hanya perlu mematuhi kekuatan Konoha ...
Dan, jangan sebut-sebut nama itu lagi di depanku"

Flashback berakhir ...

Kembali ke tempat Oonoki. Keadaannya masih sekarat. Namun, ia masih bisa bersuara ...
"Kami para shinobi menghabiskan sebagian besar hidup kami untuk perang ...
Demi Desa, Demi Negara, tanpa pernah mempedulikan Desa dan Negara lain, hanya untuk kami sendiri ...
Kita menghancurkan dan kemudian dihancurkan ...
Kembali menghancurkan dan lagi-lagi dihancurkan ...
Ikatan dendam itu tak akan pernah hilang ...
Terus begitu hingga Perang Besar Ninja ketiga" Ucap Oonoki.

"Itulah yang dinamakan lingkaran hidup ...
memangnya sudah berapa lama kau hidup? Kenapa kau masih belum belajar apapun dari penderitaan itu??" Balas Madara.

"Aku telah hidup lebih lama daripada kau! Aku telah mempelajari banyak hal!!
Salah satunya dengan melihat penderitaan di masa lalu, aku jadi tahu hal terbaik yang bisa ku lakukan di Masa depan ..."

"Apa cara terbaik yang kau maksud itu dengan Perang Dunia Ninja keempat ini?" Kabuto melalui Muu menyela pembicaraan mereka berdua.

"Perang kali ini berbeda dari sebelumnya ...
Kami tidak bertarung satu sama lain, kami bersatu!!" Ucap Oonoki lagi.
"Kami telah tebangun dari masa lalu ...
Meskipun lambat, tapi kami terus tumbuh menuju arah kedamaian ...
Dan ketika melihat mereka, aku sadar betapa mudahnya mengubah masa lalu" Lanjutnya.

"Dunia ini akan lebih baik jika tertidur di alam Tsukoyomi!!"
"Kaulah yang akan tertidur!!" Balas Oonoki yang perlahan berdiri meskipun gemetar.

Gaara menoleh ke belakang, melihat Oonoki hampir terjatuh.

"Tuan Tsuchikage!!" Teriak Dodai.

Whusss ...
Dengan cepat pasir Gaara membantunya berdiri.
"Mari kita hadapi ini besama" Ucap Gaara.
"Yaah, tapi sepertinya orang dewasa tak pernah mau mendapat bantuan dari anak muda seperti ki..."
"Aku bersedia ..." Ucap Tsuchikage.
"Tapi hanya untuk sekali ini saja" Lanjutnya.

"Wah wah, jadi kau masih bisa berdiri ya ..."
"Untuk diriku, untuk masa depa Dunia ini, aku akan mengalahkanmu!!" Oonoki bersemangat.

....................

Sementara itu di ruang para tetinggi, Tsunade tampak bergegas menuju luar.
"Tsunade-sama!" Teriak Katsuyu.
"Namamu Mabui kan? Siapkan jutsu teleportasi milikmu!!" Perintah Tsunade ke ninja bernama Mabui itu.
"Tapi jutsuku hanya bekerja pada benda mati, jutsu ini tak seperti kuchiyose, aku belum pernah mencobanya pada manusia!" Jelas Mabui.
"Tak ada waktu untuk memikirkannya ...
Setelah ini kau akan tahu" Ucap Tsunade.
"Aku sangat yakin, tubuhmu tak akan mampu menahan kecepatannya, kau akan hancur berkeping-keping!!" Jelas Mabui lagi.
"Satu-satunya orang yang mampu berpindah dengan jutsu teleportasi ini adalah raikage ketiga ...
Ototnya bagaikan baja dan darahnya seperti besi, jika anaknya saja yang raikage keempat tidak bisa apalagi anda, nona Hokage!" Lanjutnya.

"..." Shikkaku dan Raikage keempat terdiam.

"Aku masih bisa walaupun tubuhku terjabik-cabik" Ucap Katsuyu.
"Tidak perlu ...
Aku akan menggunakan ini" Tsunade menunjuk tanda di dahinya.
"Oh iya, tentu saja ...
Tapi, ini taruhan yang terlalu besar dan anda adalah pejudi yang buruk, Hokage-sama" Ucap Shikkaku.
"Itu kalau taruhan uang, lain ceritanya jika aku menaruhkan jiwaku!! Buktinya sampai sekarang aku masih hidup kan!?" Bentak Tsunade.
"..." Shikkaku tak mampu berkata apa-apa lagi.

"Tuan Raikage, tolong yakinkan dia ..."
"Hmm" Raikage terdiam, kemudian ...
"Mabui, siapkan teknik teleportasimu untuk sua orang" Perintah Raikage.
"Tuan Raikage juga!???
Shikkaku-san, bagaimana ini??" Mabui kebingungan.
"Perangnya telah hampir mencapai akhir, waktunya untuk para jendral bertindak" Ucap Shikkaku.

"Madara adalah klan Uchiha ...
Kita harus menemukan cara untuk menghadapi tekniknya ...
kita akan menyiapkan teknik Chiraishin no Jutsu untuknya ..."

...................

Di tempat Zetsu hitam, tampak salah seorang bunshin Naruto terikat tali kayu.
"sial!" Umpatnya.

Jblashhh!!!!
"Whoa!!!"
Dengan cepat Choujurou menebas tubuh Zetsu hitam dengan pedang besarnya.

"Aku tahu dia menyimpan banyak chakra ...
Tapi, untuk membuat pedang sebesar itu ..." Ucap Genma.
"Semakin percaya diri seseorang, maka dia akan semakin kuat, aku harus memotongnya" Ucap Choujurou.

"A-aku tak bisa bergerak ...
Bagaimana bisa ia membesarkan pedangnya secepat itu??" Pikir Zetsu hitam yang rebah ke tanah.

"Orang itu sangat hebat ..." Naruto masih terikat.

"Genma!" Shikkaku memanggil lewat ninja komunikasi.
"!?"
"Aku ingin kau melakukan apa yang ku perintahkan ...
Kami sangat tergesa-gesa, jangan bercanda dan lakukan apa yang ku perintahkan ..." Ucap Shikaku.
"Mereka menggunakan Edo Tensei untuk menghidupkan Madara yang asli ..." Lanjutnya.
"Maaf, aku punya rencana bagus" Ucap Genma.
"Sudah ku bilang jangan bercanda!!"

....................

Di tempat Tsunade, tampak ia dan Raikage keempat tengah bersiap di sebuah tempat untuk teleportasi.
"Teknik Teleportasi!!" Mabui merapal tangannya dan whusss.
Raikage dan Hokage menghilang.

....................

Kembali ke tempat Genma.
Bersama dengan dua shinobi konoha lainnya, mereka bertiga mengitari tubuh Mizukage kelima.
"Bukankah ini jutsu teleportasi Hokage keempat??" Tanya Mei.
"Kami pernah menjadi pengawal Hokage keempat ...
Dan, sekarang kami bekerja Untuk Hokage kelima ...
Beliaulah yang mengajarkan Chiraishin no Jutsu ini pada kami ..." Jelas Genma.
"Berbeda dengannya, kami harus melakukannya bertiga ...
Maaf kalau terlalu banyak" Tambah yang lain.

"Nona Mizukage! Hancurkan Uchiha Madara!!
Sebagai salah seorang Shinobi Gatana, aku akan menjaga tempat ini" Ucap Choujurou dari kejauhan.

"Choujurou ...
Dia bertambah kuat sejak meninggalkan Desa" pikir Mei sambil tersenyum.

"Apakah anda sudah siap???
Nona Tsunade telah menentukan lokasinya, kita akan pergi begitu dia sampai di medan perang ..."
"Baik, menikah adalah satu-satunya hal yang telat ku lakukan" Ucap Mizukage.

....................

Di tempat pertarungan, Madara dan Muu bersiap untuk menyerang.
Namun, whusss!!!
Tiba-tiba dua orang muncul.
Jbuak!!!!
Dua orang itu langsung menendang Muu dan Madara.

"Si keras kepala dan Putri Tsunade!???" Pikir Oonoki.

"Aku telah mengirim kordinat anda ke markas pusat!!" Ucap Ao.

Settt ...
Madara mendarat dengan mulus, namun tidak dengan Muu.

"Yin Seal Release, Ninja art, Genesis Rebirth!!" Tsunade mengeluarkan sebuah jutsu.
"kau tidak apa-apa kan??"

"Nenek Tsunade ...
Itu kan, teknik regenerasi???" Pikir Naruto.

Settt ...
Setelahnya, Mizukage dan ketiga shinobi Konoha juga telah sampai.

"Mereka semua masih hidup, kita datang tepat waktu" Ucap Mizukage.
"Akhirnya aku bisa bertahan, aku sudah menunggu hari ini tiba" Ucap Raikage keempat.
"Kita semua disini ..." Ucap Tsunade.
"..." Gaara terdiam.
"Jadi tua ada untungnya juga ..." Ucap Tsuchikage.
"Aku bisa melihat kelima Kage bertarung bersama ..." Lanjutnya.

0 comments:

Post a Comment

NARUSAKU © 2008 Template by:
SkinCorner