Friday, September 6, 2013

Naruto Chapter 567 Jinchuriki Dari Konoha



Sasuke menjajal kekuatan baru yang ia dapat, pemuda dengan sorotan mata yang tajam itu menebas-nebaskan pedang yang ia bawa dan kemudian ...
Batsss ...
Sasukepun meloncat dengan sangat cepat, menuju ke medan pertempuran.

sementara itu di tengah hutan, tampak Suigetsu dan Juugo sedang berjalan ...
"Apa menurutmu Sasuke dan Karin baik-baik saja??" Tanya Juugo.
"Kenapa kau begitu khawatir hah?
Meskipun mereka baik-baik saja, apa kau pikir kita akan mengadakan pesta reunian??" Sahut Suigetsu.
"..." Juugo terdiam dan kemudian kembali bertanya ...
"Lalu apa yang akan kita lakukan?? mencari pedang lagi??"
"Yaah, sepertinya untuk sekarang kita harus tetap berada pada rencana mereka ...
Pertama-tama, ayo kita pergi menuju ke tempat persembunyian Orochimaru" Ucap Suigetsu.


Ke tempat Naruto, tampak Kakashi dan Guru Guy telah berdiri di depannya.
"Guru Kakashi, Guru alis tebal!?? Kalian datang kemari???" Teriak Naruto.
"Aku tak mungkin diam saja dan membiarkan salah muridku di Tim 7 bertindak sesuka hati disini ..." Ucap Kakashi.

"Tu-tunggu guru!! orang itu punya sharingan di mata kanan dan rinnegan di mata kirinya, dan dan, ada besi seperti punya pein di ..."
"Tenanglah Naruto ..." Ucap guru Guy.
"Mata kanannya adalah sharingan dan lalu mata kirinya adalah riengan, juga, dia memiliki sesuatu sejenis besi mirip Pain, hmm, jadi begitu ..." Kakashi bersiap.

Sementara itu, bijuu ekor lima yang dalam mode raksasa tampak di luar kendali. Lalu, Tobi mengeluarkan sebuah rantai dengan tangan kanannya yang kemudian menjerat leher mahluk raksasa berekor lima tersebut.
"Sa-sakit ..." Ucap monster itu.

"Bagaimana mungkin aku membiarkan diriku ...
Dikendalikan seperti ini" Pikirnya.

"Monster itu mencoba menyerang Tobi??" Pikir Kakashi.

"Ke-kenapa dia menghentikan bijuu itu??
Bukankah dia ada dipihaknya???" Guy bertanya-tanya.
"Aku tidak tahu pasti ...
Tapi sepertinya, dia belum bisa mengendalikan bijuu itu dengan sempurna ...
Makanya dia menghentikannya" Ucap Kakashi.

"Guohhhh ..." Bijuu ekor lima yang dirantai oleh Tobi mencoba melawan. Namun perlahan, ia kembali ke mode chakra.

Sementara itu, ternyata Hachbi terus mengamati ...
"Hei Naruto, apa kau mendengarnya?"
"Ya ..."
"Itu adalah suara si ekor lima" Ucap Hachibi.

"Guuu ..." Erang si ekor lima.

"Naruto, apa kau tahu ...
Kami para bijuu seperti memiliki ikatan batin ...
Saat melihat para pemilik dari kami kesakitan seperti itu, aku seakan bisa merasakannya ...
Ughh" Ucap Hachibi.

"Cih ...
Apa kau mau bilang kalau kau mulai simpatik hah?
Jinchuriki itu hanya bisa menjadikan kita seperti hewan peliharaan saja ...
Kau dan si bocah Bee itu perkecualian" Ucap Kyuubi. Wew, ternyata mereka bisa saling berkomunikasi.

"??" Narutopun sempat kaget karenanya.

"Hmm, begitukah, ekor sembilan?
Aku tahu apa yang kau rasakan, ekor sembilan ..." Ucap Hachibi.
"Tutup mulutmu ...
Kau itu tak tahu apa-apa, bahkan kalau dilihat dari jumlah ekor, kau itu cuma yang kedua ...
Cepatlah bersekan ini semua, aku mau tidur" Ucap Kyuubi.
"Huh, kekuatan itu tak dlihat dari jumlah ekor, kau itu memang seperti ini ya ...
Pantas saja si ekor satu sangat membencimu ..."
"Sudahlah, diam, aku mau tidur" Ucap Kyuubi.

Sementara itu, keenam jinchuriki yang hanya di mode chakra sudah bersiap untuk menyerang Kakashi dan Guy.

"Guy, pertama-tama kita harus mengetahui kekuatan Pain tiap-tiap dari mereka!" Ucap kakashi.
"Aku tak pintar dalam membedakan wajah, mereka semua terlihat sama!!" Ucap Guy dan memilih untuk langsung menyerang.
"Membuka gerbang keenam!!!" Guy mulai serius.
Begitu juga dengan Kakashi, ia sudah bersiap dengan raikiri dan merekapun menyerang bijuu-bijuu tak sempurna itu.

Juga, Naruto bersiap dengan rasengan.

Sementara itu, Kakashi merasakan sesuatu yang aneh ...
"Menghisap Chakra ...
Membangkitkan kembali ...
Chakra mesin ...
Dan kekuatan Pan lainnya, kenapa tak satupun dari mereka yang menggunakannya??" Pikir heran Kakashi.

Buaghhh!!!!

Para bijuu itu hanya menyerang dengan serangan biasa.
"Kenapa mereka tak menggunakan kekuatan Pain!??" Tanya Guy.
"Mungkin mereka tak bisa ..." Ucap Kakashi.

"Jadi maksudmu, dia sudah mengetahui kalau kita telah menyiapkan strategi untuk menghalau setiap kemampuan Pain ...
Makanya dia tak membuang-buang chakra" Ucap Guy.
"Dan lagi, benar-benar mengontrol mereka sendirian tentu saja membutuhkan banyak chakra" Ucap Kakashi.

"Guru Kakashi, kau memang hebat" Ucap naruto yang masih bertarung.

"Hmm, Hatake Kakashi ...
Sebuah pengamatan yang bagus ...
Tapi, aku cukup kuat untuk melakukan ini lho ...
Selanjutnya, dua monster ..."

"Oarghh!!!!" Ekor enam dan ekor empat yang semula di mode chakra tiba-tiba berubah ke bentuk raksasa.

"Uaghh!!!!" Naruto terpental dan ia kembali ke mode biasa.

"Fuh ..." Kakashi dan Guy juga. Namun, mereka mendarat dengan sempurna.

"Sial ...
Aku kira aku bisa menyerang pria bertopeng itu dengan menggunakan kage bunshin nanti, tapi ternyata chakraku tak cukup" Keluh Naruto.
"Heh?? Kau bilang kau kehabisan chakra??
Jangan bercanda, itu berarti kau mau mati" Ucap Bee.

"Hei Bee, apa kau belum menyadarinya ...
Naruto sedang dalam kondisi kritis sekarang dan seharusnya sudah mati ...
Tapi, Dia masih bertahan ...
Ini berarti si ekor sembilan berhenti menghisap chakranya ...
Hei ekor sembilan, aku tak mengerti, sebenarnya apa yang terjad di antara kalian berdua" Ucap Hachibi sementara Kyuubi hanya terdiam sambil tetap memejamkan mata.

Namun di balik diamnya, ternyata Kyuubi teringat akan kata-kata Naruto ...
"Hei, Kyuubi, suatu hari nanti, aku akan memarahi orang-orang yang membencimu ..."
"Menjadi jinchuriki itu tdak buruk ..."

Sementara itu, para bijuu terus mengamuk, ekor enam menyerang Kakashi dan Guy dengan suatu cairan yang ia semburkan dari mulutnya.

Sementara si ekor empat, ia memegang tentacle Hachibi dan kemudian melempar Hachibi ke atas. Ternyata ia sangat kuat.

"Huaaaaa" Naruto ikut terpental dan ia bersiap untuk jatuh ke mulut ekor empat yang sudah menunggu di bawah.

"!!" Mata Kyuubi terbuka dan tiba-tiba Naruto kembali ke mode chakra bijuu.



>Bersambung<

0 comments:

Post a Comment

NARUSAKU © 2008 Template by:
SkinCorner