Wednesday, September 4, 2013

Naruto Chapter 560 - Madara Uchiha


Pertempuran mulai bisa dikuasai aliansi setelah Naruto berhasil mengalahkan para Zetsu putih. Bahkan, kekuatan Edo Tenseipun sudah mulai dapat ditekan. Namun ternyata, kekuatan lawan tak hanya sebatas sana. Pusat dapat merasakan kekuatan besar semakin mendekat. Juga, Muu yang dikira telah tersegel ternyata dapat meloloskan diri dengan cara membagi tubuhnya. Dan kini, ia telah berada di tempat Divisi Gaara berada. Tak hanya sendiri, ia bahkan mengajak seorang rekan sesama Edo Tensei, Uchiha Madara. Sementara Tobi, seorang pria bertopeng yang mengaku-ngaku sebagai Madara, ia tampak sedang bersama dengan para Jinchuriki.

Madara berdiri tepat di atas tebing di depan Gaara dan yang lainnya, menjadikan mereka terpaku dan terus berpikir, apa-apaan ini sebenarnya.
"Jika yang berada di depan kita adalah Madara ...
Jadi orang yang selama ini kita pikir adalah Madara merupakan orang yang berbeda??" Naruto semakin tak mengerti.
"Mungkin kau benar ..." Ucap Gaara.

Sementara itu, Madara masih memandang ke arah para pasukan yang berada di depannya ...
"Apakah ini aliansi Shinobi?? Ada kata Shinobi di pelindung kepala mereka ..."
"Sepertinya mereka bersatu untuk perang ini" Ucap Muu.

Kembali ke bawah, Temari tampak semakin kebingungan ...
"Lalu siapa pria bertopeng itu!??
Sebagai seorang Tsuchikage yang punya pengalaman dengan Akatsuki, apa kau terpikir akan seseorang??" Ia bertanya ke Oonoki.
"Aku tak dapat memikirkan siapapun ..." Oonoki masih menatap heran ke arah Madara.
"Lagipula aku tak peduli, kondisi kita tak akan berubah ...
Tidak peduli siapapun musuh yang kita lawan, kita harus menghentikannya" Lanjut Oonoki.

Di atas, Madara juga sedikit bingung ...
"Hmm, orang yang menghidupkanku di tempat seperti ini, aku yakin dia memiliki suatu tujuan, tapi apa??" Pikir Madara.
"Hah, tapi sepertinya tak akan sesuai dengan rencana" Lanjutnya dalam hati.

"Siapa yang berada di balik teknik Edo Tensei ini?? Beritahu aku mengenai teknik ini ..." Madara bertanya ke Muu.
"!!!" Tiba-tiba sesuatu melintas di otak Muu, kekuatan Kabuto.
"Aku, Kabuto, wakil dari dia ..." Ucap Kabuto lewat Muu sebagai perantara.
"Berbicara lewat Edo tensei, sungguh menyedihkan ..."
"Teknik Edo Tensei yang ku lakukan padamu itu spesial ...
Kau telah ku buat lebih hebat daripada ketika masa keemasanmu" Lanjut Kabuto lewat Muu.
"Hmm, masa keemasan?? Apa kau tahu masa keemasanku ..." Madara kembali bertanya.

"Tidak juga, jadi ...
tunjukan padaku kekuatan sang legenda klan Uchiha"

Bhwussssssss ....
"!???"
Di tengah percakapan mereka, tiba-tiba suatu ombak pasir mencoba untuk menyapu dari samping.
Namun dengan cepat, Muu menghindar dan Madara meloncat ke bawah.

"Di-dia datang!!!!" Teriak salah seorang shinobi.

"Sepertinya tak akan mudah untuk menangkapnya" Ucap Gaara yang masih mengendalikan pasirnya.

"Katon!!!!" Madara bersiap dengan merapal sebuah jutsu.
"Gouka Mekkyakyu!!!"
Bhwursssssssss!!!
Madara menembakan bola api raksasa dengan jangkauang yang sangat luas ke arah para shinobi.
Swushhhh ...
Para shinobi berelemen air mencoba menghalau dengan cara menyemburkan air.
"Suiton : Suijinheki!!!" Mereka juga mengeluarkan suatu dinding pertahanan yang dibuat oleh air.
Bhruassssshhhh!!!!!!
Air dan Api itupun saling bertemu hingga memunculkan kepulan uap.
Dan dari balik uap tersebut, sesosok bayangan yang tak lain adalah Uchiha Madara bergerak cepat menuju para shinobi berada, dengan cepat menendang tubuh salah satu dari mereka dan kemudian merampas pedangnya.
Bwasshh!! Bwashh! Jblastttt!!!
Madara membantai mereka dengan tebasan pedang.
"Gyaaaahhhhh!!!" Para shinobi meronta.

Di sisi lain, Naruto dkk terlihat panik ...
"Naruto!! Kami tak butuh bunshin, pakai saja modemu yang itu!!" Ucap Temari.
"Aku tak bisa melakukannya ...
Aku telah memakai banyak chakraku tadi .." Ucap Naruto bersama bunshinnya.

Sementara Gaara, ia masih mencoba untuk melawan musuh denghan pasir yang dikendalikannya ...

Kembali ke tempat Madara, ia mencoba untuk menebas seorang shinobi ...
Jblashhhh!!!
Namun sebelum itu benar-benar terjadi, pasir Gaara melindungi orang tersebut ...

Sejenak Madara melambat, dan hal ini kemudian dimanpaatkan oleh pasukan.
Seorang shinobi mencoba untuk menyerangnya dari atas. Namun ...
"Sharingan!!" Madara menatap mata lawan yang menyerang, menjadikannya terdiam dan kemudian Madara menyerang balik.
Jduakkkk!!!
Shinobi tadi terpental ke arah shinobi lain.

Sementara itu jauh di atas, Muu tampak tengah membidik mereka dengan elemen debu ...
Shiiiiinnnkkkkk ...
Tembakan terus bersiap ...
Namun tiba-tiba, Boofffttt ...
Tembakannya menghilang.

"Ketika tubuh Muu sedang terpisah, dia tidak bisa menggunakan Jinton ...
Ninja tipe sensor, awasi tuan Muu!!!" Teriak Oonoki.

"Chou Oodama Rasengan!!!!!" Naruto menghempaskan rasengan raksasa dari atas Madara.
"Doton : Chidoukaku!!!" Tsuchikage mengeluarkan sebuah jutsu berelemen tanah yang membuat tanah di bawah Madara mendorongnya ke atas menuju hantaman rasengan Naruto.

Jbuarggghhh!!!!
Hantaman yang dahsyatpun terjadi.
Namun ...

"!!??" Para shinobi terkejut ketika sesuatu muncul dari tubuh Madara, Susano'o.

Hwusssshhhhh ....
Monster Susano'o mementalkan tubuh Naruto dan bunshinnya.

"Apa!??? Susano'o!???
Dia punya Mangekyou Sharingan!!!????"

Mangekyou Sharingan Madara telah aktif.

Di tempat Gaara, tampak ia sedang menjaga salah seorang Naruto yang tengah bertapa menyiapkan Mode Sennin ...
"Sudah siap, Naruto??"
"Sedikit lagi!!"

Jrenkk ...
Mata Naruto mulai berubah ke mode Sennin.

"Woahhhhh!!!!" Para pasukan meronta akibat serangan Susano'o.
"Gyaaaaahhhh!!!!!"

"Maaf lama, aku sudah siap!!! Semuanya, menyingkir ..." Naruto yang dalam mode sennin telah membawa rasengan shuriken.

"Ayo, Kazekage!!" Tsuchikage bersiap.
"Doton : Keijuugan no Jutsu!!!" Teknik tsuchikage Oonoki menjadikan pasir Gaara lebih ringan.

"Pasirnya jadi lebih ringan, ini berarti ..."

"Aku mulai!!!!!" Naruto membawa lari rasenshuriken menuju Madara.

Shrassssshhhhh!!!
Pasir Gaara menyeret tubuh Madara keluar dari Susano'o.

"Jika kau seperti Sasuke, maka serangan yang mengenai pelindung itu tak akan berpengaruh apa-apa ..."

"Rasenshuriken!!!!!!!" Naruto melemparkannya.

Ketika rasenshuriken hendak mengenai tubuh Madara, tiba-tiba matanya berubah menjadi rinengan dan kemudian Rasenshuriken Naruto lenyap.

"Ini sedikit berlebihan" Ucap madara.

"Dia ..."
"Apa yang terjadi!? Kenapa dia punya rinengan!?????"

Settt ....

Madara meloncat ke atas.

"Seperti yang ku duga ...
Lalu apa yang akan terjadi saat kau melakukannya melebihi sharingan ..." Ucap kabuto lewat Muu.

"Aku sendiri yang membangkitkan mata ini sebelum aku mati ...
Kabuto, kau bilang sesuatu kan, apa kau melakukan sesuatu pada tubuh ini??"
"Bukankah sudah ku beritahu, kau dibangkitkan dengan kekuatan melebihi masa kejayaanmu ..."
"Rahasia dari tubuh ini, jadi kau mampu membaca monumen batu Uchiha?"
"Ini berdasarkan hipotesis yang dibuat dari data Orochimaru dan aku setelah beberapa tahun melakukan penelitian ..." Ucap kabuto.
"Dan sekarang, kau adalah bukti bahwa hipotesis dari kami adalah benar ...
Rikudo Sennin ...
Sekarang aku bisa menyentuh serpihan kekuatan dewa dengan kekuatan yang kuciptakan ..." lanjutnya.

"jangan salah sangka, kau tidak menciptakan kekuatan ini" Madara menyiapkan sebuah jutsu.

"Apa itu!!????"
"Tak mungkin!!!!!"
"Ini adalah tingkat kekuatan yang berbeda ..." Ucap Temari dkk sambil melihat ke angkasa.
"Ini adalah ...
Kekuatan dari seorang Dewa ..."

Tampak sebuah meteor hendak menghantam Pasukan ...

0 comments:

Post a Comment

NARUSAKU © 2008 Template by:
SkinCorner